SALASSA(rumah nenek moyang kita yang dipercayakan sebagai rumah peninggalan tertua) yang terletak didesa lamoncong kec.kahu kab.bone,berdasarkan hasil observasi dari penjaga salassa yaitu ANDI NUR "awal berdirinya salassa pada saat pertama kali masuk islam tepatnya pada tanggal 1 januari 1 masehi hari jum'at". Orang yang pertama kali menempatinya adalah ARUNG LAMONCONG,yang sudah cukup lama meninggal dunia sehingga andi nur yang dipercaya untuk menjaga salassa setelah bapaknya meninggal,kemudian sudah direnofasi dengan kesekian kalinya,sehingga rumah salassa sudah agak berbeda dari beberapa tahun yang lalu.
Renovasi rumah salassa terjadi karna ada pertempuran pada masa belanda yang pernah menyerang desa lamoncong sekian lamanya,maka dari itu rumah SALASSA pernah ditinggalkan hingga kurang lebih dari 5 tahun lamanya,sebab semua masyarakat desa lamoncong meninggalkan tempat untuk menyelamatkan diri dan keluarga.
Konon SALASSA juga biasa disebut sebagai Rumah Anak Arung, atau Tempat mengumpulkan Anak Raja untuk diberi Nasehat atau Pelajaran,
dan petuah
Didalam rumah SALASSA tidak terdapat satupun kursi,jadi pada saat kedatangan tamu,,,semua hanya duduk melantai setidaknya bisa saling menghargai dengan cara duduk yang baik uniknya lagi didalamnya tidak boleh terdapat tempat tidur(ranjang) karna turun_temurun masih terjaga adat tradisionalnya yang memang sudah bersejarah.
Didalamnya juga terdapat tempat yang tidak sembarang orang untuk memasukinya kecuali keturunan atau orang2 tertentu lalu jika setelah masuk .
Konon katanya ketika hendak pergi mengunjungi batu besar dan kuburan yang sangat bersejarah itu (BARUGAE),setidaknya kita harus singgah dirumah salassa seta membawa sejenis makanan atau yang biasanya disebut SESAJEN. Adat istiadat yang sudah lama jadi panutan untuk para masyarakat desa lamoncong,bahkan ada orang dari luar juga yang datang berkunjung dirumah salassa sebelum pergi ke-BARUGAE.
Objek : SALASSA
Nara Sumber : ANDI NUR dan KEPALA RW desa lamoncong.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar